Suku Dayak Minta FPI Dibubarkan dalam Sebulan

Suku Dayak Minta FPI Dibubarkan dalam Sebulan

Berita Terkini - Demo yang digelar ratusan warga suku Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta agar Front Pembela Islam (FPI) segera dibubarkan. Pemerintah diberi waktu satu bulan oleh massa pendemo untuk memenuhi permintaan mereka.

koordinator aksi Bachtiar Effendi di Bundaran Besar kota Palangka Raya, Jumat (20/1), mengatakan, "Permintaan membubarkan ini juga tindaklanjut sikap suku Dayak tiga tahun silam yang menolak FPI datang dan terbentuk di provinsi ini. Kami melihat FPI tidak berubah, justru semakin radikal," seperti dilansir CNN Indonesia.

Jika pemerintah dalam waktu satu bulan tidak membubarkan FPI, maka pendemo akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar. Demo yang digelar terdiri dari berbagai organisasi yang tergabung di Forum Masyarakat Adat Dayak Kalimantan Tengah (FMAD-KT).

FPI sudah berkali-kali menimbulkan keonaran dan perpecahan di masyarakat. Jika dibiarkan dan tidak segera dibubarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan antar masyarakat, kata Bachtiar yang juga menjabat Ketua FMAD-KT.

Baca juga: Henry Yosodiningrat: FPI Sebaiknya Dibubarkan

Bachtiar berkata, "Fakta membuktikan bahwa FPI telah semakin membuat keonaran. FPI harus dibubarkan."

Masyarakat suku Dayak maupun suku lain di Kalimantan Tengah, sepakat menolak paham radikalisme tumbuh di Indonesia, kata Bachtiar.


Bachtiar melanjutkan, "Kami juga menolak berbagai macam tindakan intoleran dan menjunjung tinggi falsafah hidup damai dalam Huma Betang (rumah adat masyarakat Kalimantan Tengah). NKRI harga mati bagi masyarakat suku dayak Kalteng."

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain dan rombongannya di Bandara Susilo, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (12/1) pagi, ditolak kedatangannya oleh sejumlah pemuda suku Dayak.

Tengku yang ditolak sebab warga menerima informasi bahwa dia mengatakan pernyataan yang melecehkan warga Dayak di media sosial


Warga menolak kedatangan Tengku Zulkarnain karena pernyataan provokatifnya soal Suku Dayak melalui akun media sosialnya, menurut Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat Komisaris Besar Suhadi.
detik news com hari ini

Sumber foto: cnnindonesia.com