Charta Politika: Agus-Sylvi 25,9%, Ahok-Djarot 36,8%, Anies-Sandi 27%

Charta Politika: Agus-Sylvi 25,9%, Ahok-Djarot 36,8%, Anies-Sandi 27%

Berita Hari Ini - Charta Politika merilis hasil survei, yang memperlihatkan hasil paslon DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, memiliki elektabilitas 25,9 persen.


Lalu paslon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, memiliki elektabilitas 36,8 persen, dan paslon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, memiliki elektabilitas 27,0 persen.


10,3 persen responden yang belum menentukan pilihannya (undecided voters). Survei tersebut dilakukan pada 17-24 Januari 2017.


Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, mengatakan, "Ahok-Djarot di peringkat pertama, nomor dua ada Anies-Sandi, dan nomor tiga Agus-Sylvi. Selisih antara Anies dan Agus masih dalam margin of error, belum bisa disimpulkan siapa yang unggul," seperti dilansir kompas.com.


Hal tersebut dijelaskan Yunarto saat merilis hasil survei di Kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).


Dalam survei teranyar Charta Politika ini, elektabilitas ketiga pasangan cagug-cawagub DKI Jakarta, berbanding lurus dengan elektabilitas cagub tanpa cawagubnya.

Elektabilitas Agus sebesar 22,5 persen, Ahok 31,0 persen, dan Anies 23,5 persen.

Charta Politika yang sebelumnya melakukan survey pada November 2016, bila dibandingkan, Yunarto menyebut ada penurunan elektabilitas pada Agus-Sylvi dan peningkatan elektabilitas Ahok-Djarot.

Elektabilitas Agus-Sylvi 29,5 persen, Ahok-Djarot 28,9 persen, dan Anies-Sandi 26,7 persen, itulah hasil survei Charta Politika pada November 2016.


Yunnarto mengatakan, "Kita lihat ada penurunan tajam Agus-Sylvi, Ahok-Djarot ada peningkatan tajam, Anies-Sandi sebetulnya stagnan. Tapi karena penurunan cukup tajam dari Agus-Sylvi, jadi Agus-Sylvi dari peringkat satu jadi peringkat tiga, Anies-Sandi dari tiga menjadi dua."

Survei Charta Politika ini dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 767 responden di enam wilayah di Jakarta. Metode penelitian yang dipakai yaitu multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Biaya yang digunakan survei ini  menggunakan dana internal Charta Politika.
berita terbaru hari